PC PMII KOTA TASIKMALAYA. Powered by Blogger.

PC PMII KOTA TASIKMALAYA

Saturday, 12 January 2013

KONFERCAB PC PMII KOTA TASIKMALAYA VII



Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan hajat besar dalam suatu proses pendewasaan melalui pergantian kepemimpinan, dan momentum perumusan gerakan PMII dalam satu tahun depan.
ada enam poin penting dan mendasar yang harus menjadi perhatian dalam rangka mensukseskan Konfercab PMII. 

   Konfercab bukan hanya sekedar bicara tentang pergantian tampuk kepemimpinan, apalagi hanya untuk sekedar menjadi alat pelepas dahaga, bagi kader PMII yang haus akan jabatan. Konfercab harus lebih concern (menyikapi), pada hal-hal yang menyangkut sosio politis, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat, dan yang menjadi prioritas utama adalah kader PMII harus memposisikan diri menjadi Stakeholder (pengambil kebijakan) pembangunan daerah.
2.  Konfercab harus dapat merumuskan, rekomendasi baik, untuk internal, maupun eksternal PMII, serta medesigen grand solution (menciptakan solusi besar), dalam bentuk gerakan yang dimainkan oleh PMII, agar rekomendasi tersebut tidak hanya menjadi wacana, dan menjadi hal yang sia-sia.
3.      PMII melalui konfercab harus mencairkan stagnasi (jalan ditempat) yang terjadi dalam organisasi, agar dapat memformulasikan gerakan PMII ke depan, sehingga mempunyai arah gerakan yang jelas. Dan Konfercab harus mampu menjadi pembelajaran politik, bagi seluruh kader PMII, sebagai wahana dalam menimba ilmu pengetahuan, untuk diaktualisasikan pada pentas realitas.
4.    Konfercab sarana menentukan kepemimpinan, sehingga mampu menempatkan kader-kader pilihan sebagai pemimpin di PMII, untuk menghindarkan diri dari praktek politik praktis, apalagi menjadi boneka kaum elit politik.
5.    Konfercab merupakan sebagai media untuk kembali menyamakan persepsi gerakan PMII, sehingga dalam mengemplementasikan visi dan misi untuk dijadikan aksi tidak terjadi benturan-benturan dalam ranah gerakan akibat perbedaan pandangan.
PANDANGAN UMUM PK PMII INFORMATIKA TASIKMALAYA ATAS KINERJA PENGURUS CABANG PMII KOTA TASIKMALAYA 2011/2012
Berbagai macam persoalan yang timbul dalam perjalanan roda organisasi menjadi sebuah upaya dinamisasi organisasi dalam mengawal seluruh gerak aktifitas organisasi tersebut. Dinamika inilah yang akan menjadi ujian bagi organisasi tersebut dalam menjaga eksistensi dimana ia menspesialisasikan dirinya, sukses atau tidak adalah penilaian dari seluruh aktifitas ke-organisasian yang diselenggarakan, begitupun bagi PMII khususnya PMII Cabang Kota Tasikmalaya saat ini.

Baik atau buruk wajah yang ditampakkan bergantung kepada kualitas sumber daya manusia yang menjadi perangkat didalamnya dan kualitas kerja yang diwujudkan dalam perealisasian seluruh program kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Begitupun bagi seluruh pengurus PMII Cabang Kota Tasikmalaya, dalam mengemban amanah organisasi merupakan tugas yang sangatlah berat dan sulit, tetapi hal itu tidak akan menjadi berat jika dilakukan dengan penuh rasa memiliki yang cukup tinggi terhadap organisasi ini.
Milikilah kehormatan, karena tanpa kehormatan PMII bukanlah apa - apa dan para kadernya bukanlah siapa - siapa. Memiliki dan sekaligus memperjuangkan organisasi ini memang berat kalau itu dianggap berat dan akan menjadi ringan jika dianggap ringan tetapi masalahnya adalah maukah dan ihlaskah kita sebagai kader memperjuangkan Organisasi ini tanpa adanya tendensi apapun? Mengawal organisasi ini hingga sampai kepada tujuan yang diinginkan membutuhkan perjuangan dan semangat yang tinggi dalam menjalankannya. Realisasi itu butuh pemikiran,tenaga dan keikhlasan, dan perlu adanya penempatan wilayah tersendiri agar apa yang dijalankan tidaklah tumpang tindih antara kepentingan kelompok dan organisasi berjalan secara alamiah dan tertata yang akan berkesan pada citra organisasi dengan kesan yang cukup mapan dan cukup diperhitungkan di dunia kemahasiswaan.

Saat ini, citra baik yang pernah ditunjukkan PMII Tasikmalaya terdahulu dengan berbagai macam prestasi nampaknya sudah mulai luntur tergerus oleh keadaan. PMII tidak lagi mampu berdiri di garda terdepan dalam mengkritisi realitas yang terjadi di masyarakat, PMII saat ini seringkali kehilangan momentum dan kurang peka terhadap isu – isu yang lagi aktual sehingga menjadi wajar apabila PMII seringkali ketinggalan dalam menyusun melakukan gerakan baik dalam ruang lingkup lokal maupun nasional.

Di tingkatan lokal PMII Cabang Kota Tasikmalaya saat ini bisa dikatakan masih kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya, ini ditunjukkan dengan adanya beberapa persoalan serius yang muncul sebagai berikut:
1.      Kurang terlihat upaya cabang dalam menyikapi komisariat yang ‘sempat tertidur’.
2.      Perumusan dan pengembangan pola pembinaan anggota yang kurang komprehensif.
3.      Kurangnya upaya peningkatan kualitas aparatur organisasi
4.      Kurangnya intensitas komunikasi antar Pengurus PMII Cabang maupun dengan pengurus Komisariat
5.      Belum tersedianya Media Informasi khusus yang bisa menjadikan ruang tranformasi pengetahuan kepada masyarakat
Keadaan yang sudah sedemikian rupa buruknya tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Suasana perkaderan yang kondusif dan menjanjikan harus benar – benar di upayakan agar kualitas kader yang dihasilkan adalah adalah kader – kader yang mapan dan mampu menjawab segala tuntutan dan tantangan zaman. PMII sudah sepantasnya melakukan kajian-kajian kritis, tela’ah ilmiah yang dapat disumbangkan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah.” Hal ini sesuai dengan tri komitmen PMII yaitu Dzikir (Ibadah, , Fikir (intelektualitas) dan Amal soleh (perbuatan). kedepan kader PMII harus mampu menerapkan Tri komitmen PMII, sehingga dapat menciptakan kader yang mampu bertarung dalam segala ranah, politik, ekonomi, dan ilmu pengetahuan,teknologi.

Wallahulmwafieq Illaa Aqwamit Tharieq
Tangan terkepal dan maju kemuka





Ajat Sudrajat
Ketua Umum PK PMII STMIK Tasikmalaya

0 comments:

Post a Comment